biaya-bore-pile

Harga Bore Pile Per Meter dan Per Titik

Harga Bore Pile Per Meter dan Per Titik: Estimasi Biaya, Sistem Perhitungan, dan Tips Proyek

Harga Bore Pile Per Meter dan Per Titik. Pondasi merupakan elemen paling krusial dalam struktur bangunan. Kesalahan dalam perencanaan pondasi dapat menyebabkan penurunan struktur (settlement), dinding retak, hingga risiko keruntuhan fatal. Di tengah keterbatasan lahan dan makin padatnya pemukiman di kawasan perkotaan, penggunaan pondasi bore pile dan strauss pile menjadi solusi favorit para insinyur dan pemilik proyek.

Namun, berapa sebenarnya harga bore pile per meter dan per titik? Bagaimana sistem perhitungannya, serta apa saja faktor yang memengaruhi naik-turunnya biaya pengerjaan di lapangan?

Artikel komprehensif ini akan membahas secara mendalam dan rinci mengenai kisaran tarif harga bore pile per meter lari (m1) maupun per titik, komponen Anggaran Biaya Konstruksi (RAB), perbedaan metode kerja, hingga simulasi perhitungan biaya secara lengkap.

harga-bore-pile

Ringkasan Daftar Harga Jasa Bore Pile Per Meter dan Per Titik

Sistem penetapan harga bore pile di Indonesia secara umum menggunakan dua pendekatan utama, yaitu sistem per meter lari (m1) dan sistem per titik (atau borongan lumpsum/minimum charge).

Di bawah ini adalah estimasi pasaran harga jasa pengeboran bore pile dan strauss pile terbaru untuk kawasan Pulau Jawa (Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur) dan sekitarnya.

1. Harga Jasa Bore Pile Mesin (Mini Crane) Per Meter & Per Titik

Pengeboran menggunakan unit mesin mini crane diperuntukkan bagi diameter menengah hingga besar dengan kedalaman mencapai 20–30 meter.

Diameter (Ø cm)Estimasi KedalamanHarga Jasa Per Meter (m1)Estimasi Harga Per Titik (Kedalaman 10 Meter)
30 cm6 – 12 MeterRp 140.000 – Rp 160.000Rp 1.400.000 – Rp 1.600.000
40 cm6 – 15 MeterRp 180.000 – Rp 210.000Rp 1.800.000 – Rp 2.100.000
50 cm8 – 20 MeterRp 220.000 – Rp 250.000Rp 2.200.000 – Rp 2.500.000
60 cm8 – 24 MeterRp 260.000 – Rp 300.000Rp 2.600.000 – Rp 3.000.000
80 cm10 – 30 MeterRp 380.000 – Rp 450.000Rp 3.800.000 – Rp 4.500.000

Catatan: Harga di atas merupakan kisaran tarif jasa pengerjaan bor saja (pengeboran & ekstraksi tanah). Biaya mobilisasi alat, material besi, beton cair, serta penanganan limbah belum termasuk.

2. Harga Jasa Strauss Pile (Bor Manual) Per Meter & Per Titik

Strauss pile adalah metode pengeboran tanah secara manual mengandalkan tripod dan tenaga manusia. Sangat cocok untuk proyek skala perumahan, gang sempit, atau bangunan 2–3 lantai.

Diameter (Ø cm)Kedalaman MaksimalHarga Jasa Per Meter (m1)Estimasi Harga Per Titik (Kedalaman 6 Meter)
20 cm3 – 6 MeterRp 60.000 – Rp 70.000Rp 360.000 – Rp 420.000
25 cm3 – 6 MeterRp 70.000 – Rp 80.000Rp 420.000 – Rp 480.000
30 cm3 – 8 MeterRp 80.000 – Rp 90.000Rp 480.000 – Rp 540.000
40 cm3 – 8 MeterRp 90.000 – Rp 110.000Rp 540.000 – Rp 660.000

3. Estimasi Harga Borongan All-In (Jasa + Besi + Beton Readymix)

Bagi Anda yang menginginkan kepraktisan tanpa perlu repot membeli material secara terpisah, berikut adalah estimasi paket borongan all-in per meter lari:

Diameter (Ø cm)Mutu Beton & Besi TulanganEstimasi Harga All-In Per Meter (m1)
30 cmReadymix K-250 / Besi Utama 6D13Rp 350.000 – Rp 420.000
40 cmReadymix K-250 / Besi Utama 6D16Rp 450.000 – Rp 520.000
50 cmReadymix K-300 / Besi Utama 6D16 / 8D16Rp 550.000 – Rp 650.000
60 cmReadymix K-300 / Besi Utama 8D19Rp 700.000 – Rp 850.000

Perbedaan Sistem Perhitungan: Per Meter Lari vs. Per Titik vs. Minimum Charge

Sebelum menandatangani Surat Perjanjian Kerja (SPK) dengan kontraktor bore pile, sangat penting untuk memahami bagaimana rumus perhitungan biaya diterapkan di lapangan.

+--------------------------------------------------------------------------+
|                     SISTEM PENETAPAN HARGA BORE PILE                     |
+------------------------------------+-------------------------------------+
|        PER METER LARI (m1)         |   MINIMUM CHARGE / LUMPSUM PER TITIK|
+------------------------------------+-------------------------------------+
| • Digunakan jika total volume      | • Digunakan jika total volume       |
|   melebihi Minimum Order           |   di bawah Minimum Order            |
|   (misal: > 200 - 300 m1).         |   (misal: < 150 - 200 m1).          |
| • Rumus: Total Meter x Tarif/m1    | • Dikenakan tarif borongan tetap    |
|   + Biaya Mob-Demob.               |   atau dihitung flat per titik.     |
+------------------------------------+-------------------------------------+

1. Sistem Per Meter Lari (m1)

Sistem ini merupakan standar paling umum pada proyek ber skala menengah hingga besar. Total biaya dihitung murni dari hasil penjumlahan akumulasi kedalaman bor seluruh titik yang dikalikan dengan tarif per meter.

$$\text{Total Biaya Jasa} = \sum (\text{Jumlah Titik} \times \text{Kedalaman Per Titik}) \times \text{Harga Per Meter}$$

2. Sistem Per Titik / Borongan Lumpsum (Minimum Charge)

Mengingat biaya mobilisasi mesin bore pile dan kesiapan tim lapangan memiliki beban biaya tetap (fixed cost), kontraktor spesialis bore pile biasanya memberlakukan Minimum Volume Order (umumnya berkisar 200 hingga 300 meter lari).

Jika total pekerjaan proyek Anda hanya 10 titik dengan kedalaman 10 meter (total hanya 100 meter lari), maka harga tidak dihitung Rp 180.000 x 100 meter, melainkan dikenakan Harga Minimum Charge / Borongan Flat (misalnya dibulatkan menjadi Rp 35.000.000 – Rp 40.000.000 secara lumpsum).

Jasa-bore-pile-murah

Mengapa Memilih Pondasi Bore Pile? (Keunggulan Utama)

Pondasi bore pile kini menjadi pilihan utama menggantikan tiang pancang (pancang geduk atau jack-in pile) karena beberapa alasan strategis:

  1. Bebas Getaran Struktural (Vibration-Free): Proses pengeboran tidak memicu getaran merusak. Ini sangat krusial jika lokasi proyek berbatasan langsung dengan bangunan tua atau pemukiman padat penduduk.
  2. Tidak Bising (Low Noise Level): Suara mesin mini crane tergolong jauh lebih hening jika dibandingkan dengan benturan palu drop hammer tiang pancang.
  3. Fleksibilitas Menembus Lapisan Keras: Dengan kombinasi mata bor rock auger atau core barrel, mesin bore pile mampu menembus lapisan cadas, batuan gantung (boulder), atau tanah padat yang sulit ditembus pancang biasa.
  4. Tidak Ada Pergeseran Tanah (Ground Displacement): Karena tanah didalam lubang dikeluarkan ke permukaan, pengeboran tidak akan mendesak tanah ke samping yang berisiko mengangkat atau menggeser pondasi bangunan tetangga (heave).
  5. Kemudahan Akses di Lahan Sempit: Mesin bore pile jenis mini crane memiliki struktur yang ringkas dan modular, sehingga dapat dirakit di lokasi dengan akses jalan selebar 2.5–3 meter.

Faktor-Faktor Penentu Harga Bore Pile Per Meter dan Per Titik

Perbedaan harga jasa antar kontraktor atau antar lokasi proyek sangat wajar terjadi. Berikut adalah variabel teknis yang menjadi faktor penentu besaran tarif:

1. Kondisi Geologis dan Jenis Tanah

Karakteristik tanah sangat menentukan tingkat kesulitan operasional:

  • Tanah Lempung / Aluvial Lunak (Soft Clay): Pengeboran berlangsung cepat, tetapi rentan longsor. Menggunakan metode Bore Pile Basah (Wet Drilling) dengan adonan sirkulasi bentonite dan pamasangan temporary casing.
  • Tanah Berbatu / Karst / Cadas: Membutuhkan torsi mesin tinggi, durasi bor lebih lama, dan mempercepat keausan gigi mata bor (bullet teeth). Hal ini membuat tarif per meter menjadi lebih tinggi.
  • Muka Air Tanah Tinggi: Memerlukan teknik pengecoran dengan pipa tremie agar beton tidak bercampur air, yang meningkatkan alokasi biaya operasional.

2. Diameter Lubang Pengeboran

Semakin besar diameter tiang bor, semakin banyak tanah yang harus diekstraksi, semakin besar daya torsi mesin yang dibutuhkan, serta semakin banyak volume bahan bakar solar yang dikonsumsi per jamnya.

3. Kedalaman Pengeboran

Pengeboran yang makin dalam membutuhkan penyambungan batang bor (kelly bar) ekstra dan waktu pengangkatan lumpur yang lebih lama per siklusnya, sehingga memengaruhi kecepatan operasional per hari.

4. Jarak dan Biaya Mobilisasi-Demobilisasi (Mob-Demob)

Biaya mob-demob adalah ongkos pengangkutan unit mesin mini crane, kelly bar, generator, pipa casing, dan peralatan penunjang menggunakan armada truk fuso atau tronton dari depo kontraktor ke lokasi proyek Anda.

  • Kisaran Biaya Mob-Demob: Rp 4.000.000 – Rp 10.000.000 per unit (tergantung jarak lokasi).

5. Aksesibilitas dan Area Lokasi Proyek

Lokasi proyek di dalam gang, area pasar yang padat, atau lahan yang memiliki ketinggian kontur ekstrem menambah tingkat kesulitan kerja dan membutuhkan penanganan logistik ekstra.

Perhitungan-Harga-Jasa-Bore-Pile-per-meter

Metodologi Pengeboran: Dry Drilling vs Wet Drilling

Pemilihan metode kerja secara langsung memengaruhi rincian biaya per meter lari yang ditawarkan kontraktor:

+--------------------------------------------------------------------------+
|                  PERBANDINGAN METODE PENGEBORAN BORE PILE                |
+------------------------------------+-------------------------------------+
|         DRY DRILLING (KERING)      |         WET DRILLING (BASAH)        |
+------------------------------------+-------------------------------------+
| • Kondisi: Tanah stabil, muka air  | • Kondisi: Tanah mudah longsor,     |
|   tanah di bawah dasar bor.        |   muka air tanah tinggi.            |
| • Pelaksana: Pengeboran langsung   | • Pelaksana: Membutuhkan sirkulasi  |
|   tanpa media cairan.              |   cairan lumpur bentonite / polimer.|
| • Biaya Operasional: Lebih murah   | • Biaya Operasional: Membutuhkan    |
|   dan pengerjaan lebih cepat.      |   bak penampung, pompa, & bentonite.|
+------------------------------------+-------------------------------------+

Analisis Komponen Biaya Perencanaan RAB Bore Pile

Untuk menyusun Anggaran Biaya Konstruksi (RAB) yang presisi, Anda perlu memecah elemen biaya menjadi beberapa bagian utama:

RAB PONDASI BORE PILE = BIAYA JASA BOR + BIAYA MATERIAL + BIAYA MOB-DEMOB + OPERASIONAL PENDUKUNG

1. Komponen Jasa (Labor & Equipment)

Sewa mesin, gaji operator, biaya bahan bakar solar mesin bor, serta ongkos tenaga perakit tulangan dan pengecoran.

2. Komponen Material (Bahan Bangunan)

  • Besi Beton Utama (Main Rebar): Besi beton ulir (seperti BJTS 420A / D13, D16, D19).
  • Besi Sengkang / Spiral (Spiral Rebar): Besi polos (seperti BJTP 280 / Ø8 atau Ø10).
  • Beton Cair Readymix: Beton khusus bore pile dengan slump tinggi (16 ± 2 cm) mutu K-250, K-300, atau K-350.
  • Spacer Beton (Tahu Beton): Menjaga selimut beton (concrete cover) agar besi tulangan tidak menempel pada dinding tanah.

3. Komponen Operasional & Penunjang

  • Biaya pasokan air bersih proyek untuk pencampuran bentonite.
  • Biaya pembuangan lumpur dan tanah galian keluar lokasi proyek.
  • Biaya perizinan lingkungan dan koordinasi warga setempat.

Simulasi Perhitungan Biaya Pekerjaan Bore Pile

Berikut adalah dua contoh contoh simulasi perhitungan RAB proyek nyata untuk memberikan gambaran yang jelas:

Simulasi 1: Pembangunan Gedung Ruko 3 Lantai (Jasa Pengeboran Sahaja)

Spesifikasi Teknis Proyek:

  • Jumlah Titik Bore Pile: 36 Titik
  • Kedalaman Per Titik: 12 Meter
  • Diameter Bor: 40 cm
  • Metode: Bore Pile Mesin Mini Crane
  • Lokasi Proyek: Kawasan Perkotaan

Langkah Perhitungan Biaya:

  1. Total Akumulasi Volume Meter Lari:$$\text{Total Volume} = 36 \text{ titik} \times 12 \text{ meter} = 432 \text{ meter lari (m1)}$$
  2. Hitung Biaya Jasa Bor (Tarif Ø 40 cm = Rp 190.000/m1):$$\text{Biaya Jasa Bor} = 432 \text{ m1} \times \text{Rp } 190.000 = \text{Rp } 82.080.000$$
  3. Biaya Mobilisasi & Demobilisasi Alat:$$\text{Biaya Mob-Demob} = \text{Rp } 6.000.000$$
  4. Total Sub-Total Biaya Jasa & Mob-Demob:$$\text{Total Jasa} = \text{Rp } 82.080.000 + \text{Rp } 6.000.000 = \mathbf{\text{Rp } 88.080.000}$$

(Biaya di atas belum termasuk belanja besi beton dan readymix).

Simulasi 2: Pembangunan Rumah Mewah 2 Lantai (Sistem Borongan All-In)

Spesifikasi Teknis Proyek:

  • Jumlah Titik Bore Pile: 20 Titik
  • Kedalaman Per Titik: 8 Meter
  • Diameter Bor: 30 cm
  • Spesifikasi Material: Besi Utama 6D13 Ulir, Spiral Ø8-150, Beton Readymix K-250.
  • Metode: Bore Pile Mesin Mini Crane
  • Paket: All-In (Jasa + Material)

Langkah Perhitungan Biaya:

  1. Total Akumulasi Volume Meter Lari:$$\text{Total Volume} = 20 \text{ titik} \times 8 \text{ meter} = 160 \text{ meter lari (m1)}$$
  2. Evaluasi Minimum Order / Charge Volume: Karena volume total (160 m1) di bawah standar minimum order (200 m1), kontraktor menerapkan skema Minimum Charge / Borongan Flat All-In sebesar Rp 380.000/m1 setara kuota minimum.
  3. Perhitungan Nilai Kontrak Borongan:$$\text{Biaya Borongan All-In} = 200 \text{ m1 (Minimum Charge)} \times \text{Rp } 380.000 = \text{Rp } 76.000.000$$
  4. Biaya Mobilisasi Alat:$$\text{Biaya Mob-Demob} = \text{Rp } 5.000.000$$
  5. Total Estimasi Anggaran Pondasi All-In:$$\text{Total Estimasi} = \text{Rp } 76.000.000 + \text{Rp } 5.000.000 = \mathbf{\text{Rp } 81.000.000}$$

Standar Prosedur Operasional Pekerjaan Bore Pile di Lapangan

Untuk memastikan kualitas tiang beton yang terpasang memenuhi standar ketahanan geoteknis, setiap tahapan pelaksanaan harus mengikuti urutan kerja baku:

1.1. Penentuan Titik Bor (Setting Out & Marking):Toleransi posisi maksimal 5 – 7.5 cm.

Tim surveyor menentukan koordinat titik bor presisi di lapangan berdasarkan gambar rencana (shop drawing) menggunakan alat Theodolite atau Total Station. Setiap titik diberi tanda patok yang jelas.

2.2. Position & Setting Waterpass Mesin:Menjamin kemiringan tiang bernilai 0 (tegak lurus).

Unit mesin mini crane diset pada posisi titik bor. As mata bor diukur tegak lurusnya mengabaikan kemiringan tanah menggunakan waterpass atau plumb bob (unting-unting).

3.3. Penetrasi Pengeboran (Drilling):Pemasangan temporary casing jika tanah mudah longsor.

Mata bor diputar dan ditekan ke dalam tanah. Pengeboran dilakukan bertahap sambil membuang tanah galian ke samping. Pada wet drilling, cairan bentonite dipompakan secara berkelanjutan ke dalam lubang.

4.4. Pembersihan Dasar Lubang (Cleaning Sludge):Membersihkan endapan lumpur lunak (sludge).

Setelah kedalaman rencana tercapai, dasar lubang bor dibersihkan menggunakan cleaning bucket agar tidak ada tanah endapan yang dapat mengurangi kapasitas tahanan ujung tiang (end bearing capacity).

5.5. Penurunan Keranjang Besi Tulangan (Rebar Installation):Memasang spacer beton tahu di sekeliling besi.

Rangkaian besi beton yang sudah dipabrikasi diturunkan ke dalam lubang bor secara perlahan dengan bantuan derek mini crane.

6.6. Pengecoran Beton Cair (Concreting):Menggunakan metode pipa tremie tanpa terputus.

Pipa tremie dimasukkan hingga dasar lubang. Beton cair dialirkan melalui corong tremie. Beton yang masuk akan mendesak lumpur/air ke atas hingga seluruh volume lubang terisi beton murni.

Layanan Unggulan Mitra Bore Pile

Kami melayani berbagai kebutuhan pengerjaan pondasi dalam untuk rumah tinggal, ruko, gedung bertingkat, gudang, pabrik, jembatan, hingga dinding penahan tanah (retaining wall):

  • Jasa Bore Pile Mesin (Mini Crane): Pengeboran menggunakan mesin mini crane otomatis untuk diameter 30 cm, 40 cm, 50 cm, hingga 60+ cm. Sangat ideal untuk proyek gedung bertingkat, ruko, dan struktur berat yang membutuhkan daya dukung beban tinggi.
  • Jasa Strauss Pile (Manual): Pengeboran tanah sistem manual menggunakan pemutar tripod tenaga manusia untuk diameter 20 cm hingga 40 cm. Solusi ekonomis dan tepat untuk area pemukiman padat, gang sempit, atau bangunan 2–3 lantai.
  • Layanan All-In (Jasa & Material): Selain menyediakan jasa pengeboran, kami juga melayani paket pengerjaan all-in yang mencakup perangkaian besi beton (rebar cage) dan pengecoran beton berkualitas (readymix).
  • Pekerjaan Retention Wall / Bored Pile Wall: Pembangunan dinding tiang bor rapat untuk menahan tekanan tanah lateral dan mencegah risiko tanah longsor pada area perbukitan atau galian basement.

Mengapa Memilih Mitra Bore Pile?

+-----------------------------------------------------------------------+
|                    KEUNGGULAN MITRA BORE PILE                         |
+-----------------------------------------------------------------------+
| 1. Pengalaman & Track Record Teruji di Berbagai Medan Tanah           |
| 2. Peralatan Mesin Modern & Terawat Siap Kerja                        |
| 3. Tim Teknis dan Operator Handal Berpengalaman                      |
| 4. Harga Transparan & Kompetitif Tanpa Biaya Tersembunyi             |
| 5. Pekerjaan Tepat Waktu & Mengutamakan Keselamatan (K3)              |
+-----------------------------------------------------------------------+
  1. Peralatan Lengkap dan Terawat: Kami memiliki armada mesin mini crane, kelly bar, pompa bentonite, dan alat pendukung yang selalu dalam kondisi prima untuk menjamin kelancaran pengerjaan di lapangan.
  2. Fleksibel Menghadapi Karakteristik Tanah: Tim kami berpengalaman menangani berbagai jenis kondisi tanah, mulai dari tanah lempung lunak (soft clay) dengan muka air tanah tinggi hingga area tanah berbatu/cadas.
  3. Harga Transparan dan Bersaing: Kami menawarkan estimasi biaya yang rinci, jujur, dan fleksibel—baik sistem per meter lari, per titik, maupun borongan all-in—tanpa adanya biaya tersembunyi.
  4. Minim Getaran & Aman untuk Lingkungan: Metode pengeboran kami dirancang khusus agar minim getaran dan bising, sehingga sangat aman bagi struktur bangunan di sekitar lokasi proyek.

Komitmen Kualitas dan Keselamatan

Di Mitra Bore Pile, kami percaya bahwa hasil pekerjaan yang berkualitas berawal dari perencanaan yang matang dan disiplin eksekusi di lapangan. Kami selalu memastikan proses kelurusan pengeboran, pembersihan dasar lubang bor (cleaning), serta pengerjaan pengecoran dengan pipa tremie dilakukan sesuai standar prosedur geoteknis.

Apakah Anda sedang merencanakan pembangunan rumah tinggal, ruko, gudang, atau proyek konstruksi lainnya? Percayakan kebutuhan pondasi bangunan Anda kepada penyedia jasa bore pile terbaik yang tepat.

Mitra Bore Pile — Solusi Pondasi Kokoh, Mitra Terpercaya Proyek Anda.

Scroll to Top